Minggu, 10 Agustus 2014

Word 2007: Tulisannya kok berantakan dan tidak ada spasinya?


Apakah Anda pernah mengalami ketika membuka dokumen Word di MS Word 2007, ternyata tulisannnya nyambung terus dan sepertinya antarkata tidak ada spasinya? Seperti berikut ini: Word2007:Tulisannyakokberantakandantidakadaspasinya?
Hal ini karena dokumen yang Anda buka(Docx) adalah dokumen yang murni dibuat dengan menggunakan MS Word 2010. Jika Anda edit dokumen tersebut di Word 2007 dengan memberikan spasi dan Anda simpan. Kemudian dokumen tersebut dibuka pada Word 2010, maka spasi yang Anda tambahkan tidak akan terbaca di Word 2010 sehingga dokumen tersebut tampilannya akan sama seperti word 2007 tadi.
Jadi untuk orang-orang yang sering bekerja dengan cara collaborative document harus hati-hati. Ini merupakan bug tentang tidak kompatibelnya Word 2007 dengan Word 2010. Walaupun file dokumennya berekstensi sama namun ada ketidak kompatibelan.
Dari situsnya Microsoft:
Gejala : Saat Anda membuka dokumen Microsoft Word 2010 di Microsoft Office Word 2007, spasi hilang di antara beberapa kata di dokumen.
Pemecahan Masalah: Untuk menyelesaikan masalah ini, pasang Suite Microsoft Office 2007 Paket Layanan 3 (SP3). Untuk mengunduh paket layanan ini, kunjungi situs web Microsoft berikut ini:
Ukuran filenya sebesar 290-an MB. Cukup besar untuk yang punya internet dengan bandwidth yang pas-pasan.
Jadi untuk mengatasinya pengguna Word 2010 ‘lah yang harus mengalah. Selalu simpan dokumennya dalam compatibility mode bagi yang sering kerja secara kolaboratif.  Untuk file yang tidak perlu diedit cukup disimpan dalam bentuk .pdf. Word 2010 sudah ada fasilitas untuk simpan ke PDF.
http://fnhidayat.wordpress.com/2012/03/30/word-2007-tulisannya-kok-berantakan-dan-tidak-ada-spasinya/

Selasa, 01 Juli 2014

Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy

Tangisan Rasulullah Menggoncangkan Arasy

Dikisahkan, bahwasanya di waktu Rasulullah s.a.w. sedang asyik bertawaf di Ka’bah,beliau mendengar seseorang di hadapannya bertawaf, sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”
Rasulullah s.a.w. menirunya membaca “Ya Karim! Ya Karim!” Orang itu Ialu berhenti di salah satu sudut Ka’bah, dan berzikir lagi: “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah s.a.w. yang berada di belakangnya mengikut zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!” Merasa seperti diolok-olokkan, orang itu menoleh ke belakang dan terlihat olehnya seorang laki-laki yang gagah, lagi tampan yang belum pernah dikenalinya. Orang itu Ialu berkata:
“Wahai orang tampan! Apakah engkau memang sengaja memperolok-olokkanku, karena aku ini adalah orang Arab badwi? Kalaulah bukan kerana ketampananmu dan kegagahanmu, pasti engkau akan aku laporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.”
Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah s.a.w. tersenyum, lalu bertanya:
“Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi
bagaimana kau beriman kepadanya?”
“Saya percaya dengan mantap atas kenabiannya, sekalipun saya belum pernah melihatnya, dan membenarkan perutusannya, sekalipun saya belum pernah bertemu dengannya,” kata orang Arab badwi itu pula.
Rasulullah s.a.w. pun berkata kepadanya: “Wahai orang Arab! Ketahuilah aku inilah Nabimu di dunia dan penolongmu nanti di akhirat!” Melihat Nabi di hadapannya, dia tercengang, seperti tidak percaya kepada dirinya.
“Tuan ini Nabi Muhammad?!” “Ya” jawab Nabi s.a.w. Dia segera tunduk untuk mencium kedua kaki Rasulullah s.a.w. Melihat hal itu, Rasulullah s.a.w. menarik tubuh orang Arab itu, seraya berkata kepadanya:
“Wahal orang Arab! janganlah berbuat serupa itu. Perbuatan seperti itu biasanya dilakukan oleh hamba sahaya kepada juragannya, Ketahuilah, Allah mengutusku bukan untuk menjadi seorang yang takabbur yang meminta dihormati, atau diagungkan, tetapi demi membawa berita.
Ketika itulah, Malaikat Jibril a.s. turun membawa berita dari langit dia berkata: 
“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam mengucapkan salam kepadamu dan bersabda: “Katakanlah kepada orang Arab itu, agar dia tidak terpesona dengan belas kasih Allah. Ketahuilah bahawa Allah akan menghisabnya di hari Mahsyar nanti, akan menimbang semua amalannya, baik yang kecil maupun yang besar!” Setelah menyampaikan berita itu, Jibril kemudian pergi.
Maka orang Arab itu pula berkata:
“Demi keagungan serta kemuliaan Tuhan, jika Tuhan akan membuat perhitungan atas amalan hamba, maka hamba pun akan membuat perhitungan dengannya!” kata orang Arab badwi itu. “Apakah yang akan engkau perhitungkan dengan Tuhan?” Rasulullah bertanya kepadanya. ‘Jika Tuhan akan memperhitungkan dosa-dosa hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa kebesaran maghfirahnya,’ jawab orang itu.
‘Jika Dia memperhitungkan kemaksiatan hamba, maka hamba akan memperhitungkan betapa keluasan pengampunan-Nya. Jika Dia memperhitungkan kekikiran hamba, maka hamba akan memperhitungkan pula betapa kedermawanannya!’
Mendengar ucapan orang Arab badwi itu, maka Rasulullah s.a.w. pun menangis mengingatkan betapa benarnya kata-kata orang Arab badwi itu, air mata beliau meleleh membasahi Janggutnya. Lantaran itu Malaikat Jibril turun lagi seraya berkata:
“Ya Muhammad! Tuhan As-Salam menyampaikan salam kepadamu, dan bersabda: Berhentilah engkau dari menangis! Sesungguhnya karena tangismu, penjaga Arasy lupa dari bacaan tasbih dan tahmidnya, sehingga la bergoncang. Katakan kepada temanmu itu, bahwa Allah tidak akan menghisab dirinya, juga tidak akan memperhitungkan kemaksiatannya. Allah sudah rnengampuni semua kesalahannya dan la akan menjadi temanmu di syurga nanti!” Betapa sukanya orang Arab badwi itu, mendengar berita tersebut. la Ialu menangis karena tidak berdaya menahan keharuan dirinya.
Source : Himpunan kisah-kisah teladan
Shared By Kisah Penuh Hikmah

Sabtu, 21 Juni 2014

Don't Despair.


Don't Despair............





Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.  
(QS. Yusuf : 87) 

Mereka menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa". Ibrahim berkata, "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat". (QS. al-Hijr : 55-56)

Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih. (QS. al-Ankabut : 23)

Katakanlah, "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. az-Zumar: 53) 

Karena..
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan(QS. Al Insyiroh: 5)




Selasa, 10 Juni 2014

Skrip Program Barisan Aritmatika dan Geometri (Visual Basic)

Dim a As Single, b As Single, S As Single, L As Single, K As Single

Private Sub Command1_Click()
If Not IsNumeric(Text1.Text) Then
MsgBox "harus angka broo!!"
Text1.SetFocus
Text2.Text = " "
Text1.Text = " "
Text3.Text = " "
Exit Sub
If Not IsNumeric(Text2.Text) Then
MsgBox "harus angka broo!!"
Text1.SetFocus
Text2.Text = " "
Text1.Text = " "
Text3.Text = " "
Exit Sub
If Not IsNumeric(Text3.Text) Then
MsgBox "harus angka broo!!"
Text1.SetFocus
Text2.Text = " "
Text1.Text = " "
Text3.Text = " "
Exit Sub
End If
End If
End If
If Option1.Value = True Then
List1.Clear
a = Text1.Text
b = Text2.Text
n = Text3.Text
For i = 1 To n
ui = a + (i - 1) * b
List1.AddItem "suku ke   " & i & "  adalah  " & ui
Next i
End If
If Option2.Value = True Then
List1.Clear
a = Text1.Text
b = Text2.Text
n = Text3.Text
For i = 1 To n
ui = a * (b ^ (i - 1))
List1.AddItem "suku ke   " & i & "  =  " & ui
Next i
End If
End Sub

Private Sub Command2_Click()
If Not IsNumeric(Text4.Text) Then
MsgBox "harus angka broo!!"
Text4.SetFocus
Text4.Text = " "
Exit Sub
End If
If Option1.Value = True Then
a = Text1.Text
b = Text2.Text
n = Text3.Text
un = a + (Text4.Text - 1) * b
Label4.Caption = "adalah  " & un
End If
If Option2.Value = True Then
a = Text1.Text
b = Text2.Text
n = Text3.Text
un = a * b ^ (Text4.Text - 1)
Label4.Caption = "adalah  " & un
End If
End Sub

Private Sub Command3_Click()
If Not IsNumeric(Text1.Text) Then
MsgBox "isi dulu brooo!!"
Text1.SetFocus
Text2.Text = " "
Text1.Text = " "
Text3.Text = " "
Exit Sub
If Not IsNumeric(Text2.Text) Then
MsgBox "isi dulu brooo!!"
Text1.SetFocus
Text2.Text = " "
Text1.Text = " "
Text3.Text = " "
Exit Sub
If Not IsNumeric(Text3.Text) Then
MsgBox "isi dulu brooo!!"
Text1.SetFocus
Text2.Text = " "
Text1.Text = " "
Text3.Text = " "
Exit Sub
End If
End If
End If
If Option1.Value = True Then
a = Text1.Text
b = Text2.Text
n = Text3.Text
Sn = (n / 2) * (2 * a + ((n - 1) * b))
Label5.Caption = Sn
End If
If Option2.Value = True Then
a = Text1.Text
b = Text2.Text
n = Text3.Text
Select Case b
Case b > 1
Sn = a * (b ^ n - 1) / (b - 1)
Label5.Caption = Sn
Case Else
Sn = a * (1 - b ^ n) / (1 - b)
Label5.Caption = Sn
End Select
End If
End Sub

Private Sub Command4_Click()
Text1.Text = " "
Text2.Text = " "
Text3.Text = " "
Text4.Text = " "
Text5.Text = " "
Text1.SetFocus
Label4.Caption = "  "
Label5.Caption = "  "
List1.Clear
End Sub

Private Sub Command5_Click()
End
End Sub

Private Sub Command6_Click()
If Not IsNumeric(Text1.Text) Then
MsgBox "isi dulu brooo!!"
Text1.SetFocus
Text2.Text = " "
Text1.Text = " "
Text3.Text = " "
Exit Sub
If Not IsNumeric(Text2.Text) Then
MsgBox "isi dulu brooo!!"
Text1.SetFocus
Text2.Text = " "
Text1.Text = " "
Text3.Text = " "
Exit Sub
If Not IsNumeric(Text3.Text) Then
MsgBox "isi dulu brooo!!"
Text1.SetFocus
Text2.Text = " "
Text1.Text = " "
Text3.Text = " "
Exit Sub
End If
End If
End If
If Option1.Value = True Then
a = Text1.Text
b = Text2.Text
n = Text5.Text
Sn = (n / 2) * (2 * a + (Text5.Text - 1) * b)
Label6.Caption = "Jumlah " & n & " suku pertama adalah  " & Sn
End If
If Option2.Value = True Then
a = Text1.Text
b = Text2.Text
n = Text5.Text
Select Case b
Case b > 1
Sn = a * (b ^ n - 1) / (b - 1)
Label6.Caption = Sn
Case Else
Sn = a * (1 - b ^ n) / (1 - b)
Label6.Caption = "Jumlah " & n & " suku pertama adalah  " & Sn
End Select
End If
End Sub

Private Sub Form_Load()
Label1.Visible = False
Label2.Visible = False
Label3.Visible = False
Text1.Visible = True
Text2.Visible = False
Text3.Visible = False
Text4.Visible = False
Text5.Visible = False
Text1.Text = "Pilih Salah Satu"
Label4.Visible = False
Label5.Visible = False
Label6.Visible = False
Command1.Visible = False
Command2.Visible = False
Command3.Visible = False
Command4.Visible = False
Command5.Visible = True
Command6.Visible = False
List1.Visible = False
Option1.Visible = True
Option2.Visible = True
End Sub



Private Sub Option1_Click()
List1.Clear
Label1.Visible = True
Label1.Caption = "Suku Awal"
Label2.Visible = True
Label2.Caption = "Beda"
Label3.Visible = True
Label3.Caption = "Banyak Suku"
Text1.Visible = True
Text2.Visible = True
Text3.Visible = True
Text4.Visible = True
Text5.Visible = True
Text1.Text = " "
Text2.Text = " "
Text3.Text = " "
Text4.Text = " "
Text5.Text = " "
Text1.SetFocus
Label4.Visible = True
Label4.Caption = "  "
Label5.Visible = True
Label5.Caption = "  "
Label6.Visible = True
Label6.Caption = "  "
Command1.Visible = True
Command2.Visible = True
Command3.Visible = True
Command4.Visible = True
Command5.Visible = True
Command6.Visible = True
List1.Visible = True
End Sub

Private Sub Option2_Click()
List1.Clear
Label1.Visible = True
Label1.Caption = "Suku Awal"
Label2.Visible = True
Label2.Caption = "Rasio"
Label3.Visible = True
Label3.Caption = "Banyak Suku"
Text1.Visible = True
Text2.Visible = True
Text3.Visible = True
Text4.Visible = True
Text5.Visible = True
Text1.Text = " "
Text2.Text = " "
Text3.Text = " "
Text4.Text = " "
Text5.Text = " "
Text1.SetFocus
Label4.Visible = True
Label4.Caption = "  "
Label5.Visible = True
Label5.Caption = "  "
Label6.Visible = True
Label6.Caption = "  "
Command1.Visible = True
Command2.Visible = True
Command3.Visible = True
Command4.Visible = True
Command5.Visible = True
Command6.Visible = True
List1.Visible = True
End Sub



Minggu, 24 Juli 2011

Lebay???


Tidak aneh kalau Anda masih mengernyitkan dahi saat membaca judul diatas. ‘’Lebay’’ memang bukan bahasa baku, tapi bahasa gaul yang akhir-akhir ini lagi ngetrend dan terkenal. Soal artinya, menurut postingan di internet, lebay adalah penjelmaan gaul dari kata ‘lebih’ atau tepatnya berlebihan. Dalam konteks penggunaanya dipakai untuk mencemooh tindakan yang terkesan berlebihan, terlalu dibuat-buat, atau kelewat batas. 

Bukannya mau ikut-ikutan gaul, tapi kata ini juga sering dipakai, bukan hanya percakapan anak ABG, tapi juga pada judul berita bahkan juga pada artikel yang bernada serius. Ketidaktahuan akan maknanya sering bikin hati dongkol sekaligus penasaran.



Penasaran pada artinya sampai akhirnya harus bertanya ke om google, sekaligus penasaran mengapa kosakata ini seperti sangat mewakili untuk mengungkapkan perilaku manusia akhir zaman ini. Dan kalau –sedikit- kita perhatikan, orang zaman sekarang memang banyak yang suka lebay, berlebihan, tidak proporsional dan suka membesarkan hal-hal kecil, tapi sebaliknya menganggap enteng hal yang besar.
Contoh, dikabarkan saat timnas Indonesia mulai bersinar dengan adanya bintang baru yaitu Irfan Bachdim, ada seorang penggemarnya yang saking cintanya, mendeklarasikan agama baru agama Irfan Bachdim. ‘Didakwahkan’ melalui salah satu jejaring social di internet dan puluhan orang pun memeluk agama baru ini. Mungkin ini Cuma dagelannya anak muda atau berita bohong, tapi kalau benar, ini bukan cuma lebay, tapi Gila. Setali tiga uang dengan agama Google yang baru muncul karena kesaktiannya sebagai situs ‘segala tahu’. Agama ini memiliki gereja dan beberapa pengikut di jejaring social seperti facebook dan twitter. Ada kemungkinan, ini cuma strategi marketing. Namun begitu, main-main soal agama meski hanya strategi pemasaran jelas berlebihan dan membahayakan. Anak remaja yang sukanya ikut-ikutan bisa menganggapnya sebagai ideology betulan lalu mengikutinya.

Masih terkait fenomena timnas, sebelum laga final digelar istighosah untuk kemenangan timnas. Ya, istighasah, doa massal yang biasa digunakan untuk memohon kemenangan atas pasukan kafir atau permohonan diselamatkan dari bencana. Cuma untuk kemenangan sepakbola menggelar istighasah? Lebay dan tak bermanfaat dunia akhirat.

Belum lagi fenomena berupa media massa yang keranjingan melebih-lebihkan dan mendramatisir berita. Berita yang semestinya bersifat straight atau apa adanya dan factual,ditambah-tambahi agar pikiran pembaca/pemirsa mengarah pada kesimpulan atau praduga, juga citra dan stigma tertentu. Akibatnya, tak jarang para penyimak berita memberikan respon yang tidak semestinya. Ini terjadi karena media sering ditunggangi pihak tertentu dan menjadi corong untuk kepentingannya.

Berlebihan, lebay atau apapun namanya, dalam hal apapun tidak pernah mendatangkan kebaikan. Dalam Islam ada istilah ghuluw atau tanathu’ yang terjemahan simplenya adalah berlebihan dan kelewat batas. Rasullullah mengancam, ‘halakal muthanathti’un’, celakalah orang-orang yang suka berlebih-lebihan. Sebaliknya, Islam menekankan sikap tawasuth yang mewakili makna pertengahan, keseimbangan dan proporsional dalam bersikap atau menyikapi suatu hal. Dan sikap inilah yang harus berusaha kita terapkan. Bersikap proporsional, seimbang, dan tidak berlebihan alias tidak lebay.

Sumber : Majalah Ar-Risalah edisi Shafar-Rabiul Awwal 1423H/Februari 2011.

Rabu, 06 Juli 2011

Sejarah Kabupaten Pemalang

Keberadaan Pemalang dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data di dalam buku W. Fruin Mees yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa dengan pimpinan seorang pangeran atau raja. Selanjutnya, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.

Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah penting, diperlihatkan dengan adanya jalan besar penghubung daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa.

Populasi penduduk sebagai pemukiman di pedesaan berkembang pesat pada abad XVI, yaitu pada masa meningkatnya perkembangan Islam di Jawa di bawah Kerajaan Demak, Cirebon dan kemudian Mataram. Pada masa itu, tahun 1575, Pemalang telah berhasil membentuk pemerintahan tradisional dengan tokoh pimpinan Pangeran Benawa yang berasal dari Pajang.

Pangeran Benawa hanya dapat memerintah selama satu tahun, karena meninggal dunia dan dimakamkan di Desa Penggarit (sekarang Taman Makam Pahlawan Penggarit).

Pemalang menjadi kesatuan wilayah administrative pada tahun1622, saat pemerintahan R. Mangoneng, Pangonen atau Mangunoneng dengan pusat pemerintahan di sekitar Dukuh Oneng, Desa Bojongbata. Menurut beberapa sumber R Mangoneng merupakan tokoh pimpinan daerah yang ikut mendukung kebijakan Sultan Agung. Seorang tokoh yang sangat anti VOC. Dengan demikian Mangoneng dapat dipandang sebagai seorang pemimpin, prajurit, pejuang dan pahlawan bangsa dalam melawan penjajahan Belanda pada abad XVII yaitu perjuangan melawan Belanda di bawah panji-panji Sultan Agung dari Mataram.

Pada sekitar tahun 1652, Sunan Amangkurat II mengangkat Ingabehi Subajaya menjadi Bupati Pemalang setelah Amangkurat II memantapkan tahta pemerintahan di Mataram setelah pemberontakan Trunajaya dapat dipadamkan dengan bantuan VOC pada tahun 1678.

Menurut catatan Belanda pada tahun 1820 Pemalang kemudian diperintah oleh Bupati yang bernama Mas Tumenggung Suralaya. Pada masa ini Pemalang telah berhubungan erat dengan tokoh Kanjeng Swargi atau Kanjeng Pontang. Seorang Bupati yang terlibat dalam perang Diponegoro. Kanjeng Swargi ini juga dikenal sebagai Gusti Sepuh, dan ketika perang berlangsung dia berhasil melarikan diri dari kejaran Belanda ke daerah Sigeseng atau Kendaldoyong. Makam dari Gusti Sepuh ini dapat diidentifikasikan sebagai makam kanjeng Swargi atau Reksodiningrat. Dalam masa-masa pemerintahan antara tahun 1823-1825 yaitu pada masa Bupati Reksadiningrat.

Sementara itu pada bagian lain dari Buku P.J.F. Louw yang berjudul De Java Oorlog van 1825 -1830 dilaporkan bahwa Residen Van den Poet mengorganisasi beberapa barisan yang baik dari Tegal, Pemalang dan Brebes untuk mempertahankan diri dari pasukan Diponegoro pada bulan September 1825 sampai akhir Januari 1826. Keterlibatan Pemalang dalam membantu Belanda ini dapat dikaitkan dengan adanya keterangan Belanda yang menyatakan Adipati Reksodiningrat hanya dicatat secara resmi sebagai Bupati Pemalang sampai tahun 1825. Dan besar kemungkinan peristiwa pengerahan orang Pemalang itu terjadi setelah Adipati Reksodiningrat bergabung dengan pasukan Diponegoro yang berakibat Belanda menghentikan Bupati Reksodiningrat.

Dalam laporan yang terbit pada awal abad XX disebutkan bahwa Pemalang merupakan Kabupaten dari karisidenan Pekalongan. Pusat Kabupaten Pemalang yang pertama terdapat di Desa Oneng dengan sisa peninggalan berupa dukuh Oneng, Desa Bojongbata. Pusat Kabupaten Pemalang yang kedua berada di Ketandan dengan sisa-. sisa bangunan disekitar Klinik Ketandan (Dinas Kesehatan). Sedangkan, Pusat Kabupaten yang ketiga adalah kantor kabupaten yang sekarang ini (berada dekat dengan Alun-alun Kota Pemalang). Kabupaten Pemalang merupakan sisa dari bangunan yang didirikan oleh Kolonial Belanda dan telah mengalami rehab menjadi bentuk joglo.

Namun berdasarkan diskusi para pakar yang dibentuk oleh Tim Kabupaten Pemalang Hari Jadi Pemalang adalah tanggal 24 Januari 1575. Ditetapkan Peraturan Daerah Kabupaten Dati II Kabupaten Pemalang Nomor 9 Tahun 1996 tentang Hari Jadi Kabupaten Pemalang.

Geografi

Ibukota kabupaten ini berada di ujung barat laut wilayah kabupaten, berbatasan langsung
dengan Kabupaten Tegal. Pemalang berada di jalur pantura Jakarta-Semarang-Surabaya, dengan jalan propinsi yang menghubungkan Pemalang dengan Purbalingga.

Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang terletak di pantai utara Pulau Jawa. Secara astronomis Kabupaten Pemalang terletak antara 109°17′30″ – 109°40′30″ BT dan 8°52′30″ – 7°20′11″ LS.

Dari Semarang (Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah), Kabupaten ini berjarak kira-kira 135 Km ke arah barat, atau jika ditempuh dengan kendaraan darat memakan waktu lebih kurang 3 – 4 jam. Kabupaten Pemalang memiliki luas wilayah sebesar 111.530 km², dengan batas-batas wilayah :

• sebelah Utara berbatasan dengan Laut Jawa.
• sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga
• sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan.
• sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tegal.

Kabupaten Pemalang memiliki topografi bervariasi. Bagian Utara Kabupaten Pemalang merupakan daerah pantai dengan ketinggian berkisar antara 1 – 5 meter di atas permukaan laut. Bagian tengah merupakan dataran rendah yang subur dengan ketinggian 6 – 15 m di atas permukaan laut dan bagian Selatan merupakan dataran tinggi dan pengunungan yang subur serta berhawa sejuk dengan ketinggian 16 – 925 m di atas permukaan laut. Wilayah Kabupaten Pemalang ini dilintasi dua buah sungai besar yaitu Sungai Waluh dan Sungai Comal yang menjadikan sebagian besar wilayahnya merupakan daerah aliran sungai yang subur.

Pembagian administratif

Kabupaten Pemalang terdiri atas 14 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Pemalang.

Keempat belas kecamatan di Kabupaten Pemalang yaitu:

1. Bodeh
2. Ulujami
3. Comal
4. Ampelgading
5. Petarukan
6. Taman
7. Pemalang
8. Bantarbolang
9. Randudongkal
10. Warungpring
11. Moga
12. Pulosari
13. Watukumpul
14. Belik

Kabupaten Pemalang kebanyakan merupakan suku Jawa. Di bagian barat dan selatan, penduduknya bertutur dalam bahasa Jawa dialek Tegal, sedangkan di bagian timur seperti di Petarukan, Comal, Ulujami, Ampelgading dan Bodeh bertutur dalam bahasa Jawa dialek Pekalongan.

Minggu, 15 Agustus 2010

Berjalanlah Lebih Lambat


Bismillaahirrohmaanirrohim

Seorang teman ku yang tinggal di sebuah daerah di jawa tengah, sebut saja Fulan. Ia baru saja membeli mobil baru . Dengan Mobil baru itu, Fulan memacu kendaraannya mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga. Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, Fulan tidak memperhatikan anak-anak itu.


Tiba-tiba dia melihat seorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang parkir di pinggir jalan. "Buk...!! "Ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang dilempar si anak mengenai Mobil baru itu . Sisi pintu mobil itu pun lecet, tergores batu yang dilemparkan sang anak.


""Ciiitt..." ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu dilemparkan. Mobil baru yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain. Amarah memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Ditariknya anak yang dia tau telah melempar batu ke mobilnya dan dipojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir.


"Apa yang telah kamu lakukan? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku! Liat goresan itu!" teriak Fulan sambil menunjuk goresan di sisi pintu. "Kamu tentu paham, mobil baruku ini akan butuh banyak biaya untuk memperbaikinya." ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul sang anak.


Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat. Dia berusaha meminta maaf. "Maaf, Pak. Maaf, saya benar-benar minta maaf. Sebab saya tidak tahu lagi harus bagaimana. Maaf, pak. Saya melemparkan batu itu karena tidak ada seseorang pun yang mau berhenti." Air mukanya tampak ngeri dan tangannya bermohon ampun.


Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. "Di sana ada kakak saya yang lumpuh. Dia tergelincir dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, dan tak seorang pun yang mau menolong. Badannya tak mampu saya papah dan sekarang dia sedang kesakitan." Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. "Maukah Bapk membantu saya mengangkat kakak saya ke kursi roda? Tolong, Pak!"


Pengusaha tak mampu berkata-kata lagi. Amarahnya sedikit reda setelah dia melihat seorang laki-laki yang tergeletak sedang mengerang kesakitan. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju laki-laki tersebut, diangkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya. Diambilnya sapu tangan mahal miliknya untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores sepeti sisi pintu Mobil baru kesayangannya.


Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih. "Terima kasih, Pak. Semoga Allah membalas kebaikan, Bapak." Keduanya berjalan beriringan meninggalkan Fulan yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.


Seperti kendaraan, hidup akan terus melaju dari waktu ke waktu. Dan kita adalah pengusaha muda tadi. Kita fokus dengan apa yang kita kejar. Kita menikmati hasil usaha kita sendiri. Kita bahagia sendirian. Kita pacu kendaraan kita dengan cepat. Kita injak pedal hidup kita dengan mantap untuk meraih tujuan di depan kita secepatnya. Hingga tak jarang kita lupa sekeliling kita.


Sudah terlalu banyak orang-orang egois di negeri kita. Sudah terlalu banyak orang-orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Sudah terlalu banyak orang yang memperjuangkan kepentingan diri sendiri. Maka, jangalah kita menambah jumlah mereka.
"Strongman stand for his life but the stronger stand for others"


Berjalanlah lebih lambat. Siapa tahu ada orang yang membutuhkan pertolongan kita. Siapa tahu ada orang yang hendak memberikan kebaikan kepada kita. Siapa tahu kita menemukan sesuatu yang berharga untuk kita bawa ke hadapan Allah"

Thanks my brother atas kisahmu ……. Semoga kau menjadi pengusaha muslim yang peka akan sekelilingmu ……….

Sumber : cerita seorang sahabat dari jawa tengah……